Senin, 23 Juli 2012

Tentang DEMA Justicia (3): Kita Bukan Bangsa Pelupa


Kamis (6/10) pagi, syair lagu “Darah Juang” dikumandangkan keras berulang-ulang dari Boulevard UGM. Lagu ini diteriakkan sebagai yel-yel oleh lebih dari 20 mahasiswa Fakultas Hukum UGM. Demo yang bertajuk “Menagih Janji, Menolak Lupa” ini diadakan dalam rangka menyambut hari di mana pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono genap berusia tujuh tahun. 

Hal ini diungkapkan dengan tegas oleh Gibran Sesunan, mahasiswa FH angkatan 2009, yang merupakan koordinator demo tersebut. “20 Oktober merupakan tujuh tahun pemerintahan SBY, dan untuk itu kami menuntut penyelesaian lima kasus yang terbengkalai di masa pemerintahan beliau.” ungkapnya.

Adapun kelima kasus yang dituntut adalah : kasus terbunuhnya aktivis Munir, skandal Bank Century, kasus menggembungnya kantong perwira Polri, kasus mafia peradilan, serta pelemahan KPK yang ramai diisukan. Meski dari sekian banyak tuntutan, mereka lebih fokus pada isu pelemahan KPK, di mana secara kelembagaan kinerja KPK dianggap lebih baik dari organisasi pemerintahan lainnya. Seakan benar-benar menolak untuk disebut pelupa, para mahasiswa tersebut menagih janji para pelaku pemerintahan untuk tidak tanggung-tanggung dalam menyelesaikan masalah.

Meski begitu, kelima tuntutan tersebut bukan satu-satunya tujuan dari demonstrasi tersebut. Komitmen sebagai mahasiswa yang peduli pada penegakan hukum juga ditegaskan. Untuk menunjukkan bahwa mahasiswa tidak lupa, aksi ini juga mengajak masyarakat agar tidak menjadi bangsa yang pelupa. 

Dalam selembar kertas berisi pernyataan sikap, para mahasiswa ini menegaskan permintaan mereka agar SBY membenahi pemerintahannya dan lebih peduli terhadap HAM. Karena terbengkalainya kasus Munir sebagai salah satu aktivis HAM membuktikan kecilnya kepedulian pemerintah atas bidang ini.

Aksi ini dilaksanakan jauh-jauh hari sebelum 20 Oktober sebagai pengingat pada masyarakat. Pada 20 Oktober nanti, direncanakan akan digelar aksi serupa, hanya saja dalam skala yang lebih besar. “Kemungkinan gerakan serupa pada 20 Oktober nanti akan menghimpun seluruh BEM UGM, termasuk BEM KM,” ungkap Gibran. Menyambut hal tersebut, tampaknya UGM mesti bersiap untuk tidak diam. 

Karena, mengutip spanduk-spanduk besar yang dikobarkan, “Diam adalah Pengkhianatan!”. (Sonia Fatmarani)


Sumber:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar