Rabu, 12 Oktober 2011

Yakinmu, Yakinku, Yakin Kita

Yakinmu dan yakinku adalah yakin kita
karena tak ada pedang tajam tanpa ditempa besi panas terlebih dahulu.
Siang malam pun harus terjadi kala ingin bumi terus berputar, ia keniscayaan.
Bisa jadi kamu besi, atau panas, atau siang, juga malam.

Resahmu seharusnya juga jadi resahku
meski belum tentu resahku adalah resahmu
karena tak pernah ada aku tanpa kamu...

Aku adalah aku, tapi tanpamu, aku tak sempurna menjadi aku
maka aku bukanlah aku.

Aku harus sempurna, setidaknya dianggap sempurna, setidaknya lagi: untukmu aku sempurna
meski yang sempurna adalah ketidaksempurnaan.
Entah dengan apa lah aku menjadi sempurna
Mungkin denganmu...
Karena untukku, yakinmu dan yakinku adalah yakin kita.


-Yogyakarta maghrib, warung makan tepi jalan, September 2011-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar