Rabu, 05 September 2012

Ketika Estafet (Segera) Beralih


Ini cerita tentang waktu. 

Tentang aku yang beberapa waktu lalu dibimbing, yang kini berkewajiban membimbing. Yang semula diteladani  orang-orang di sekitarku, kini harus memantaskan diri menjadi seorang teladan. Yang dahulu berjuang bersama angkatan muda, yang kini telah berpencar ke segala arah dengan jalan perjuangannya masing-masing.

Waktu adalah anugerah. Waktu juga musuh. Ia bukan hanya musuh tangguh bagi ingatan, tapi juga peraih kemenangan gilang-gemilang bagi mereka yang tak mempersiapkan.

Estafet harus beralih, sebagaimana panji di medan perang harus tetap berkibar. Jangan biarkan ia tersungkur dan tak terpedulikan.


Jangan karam, jangan kandas, saudaraku, sahabatku, adik-adikku.

Perjuangan mesti beralih, ia harus tetap dilanjutkan. Bisa jadi perjuangan ini terhenti di suatu masa, tetapi dosa besar jika itu terjadi di masa kita.

Maka sambutlah tenaga-tenaga baru yang menambah warna. Sambung asamu dan asanya menjadi kebersamaan dalam perjuangan.

Dan saatnya mempersiapkan. Karena kita percaya, jika niat ini baik, pasti akan ada yang melanjutkan.



Untuk DEMA Justicia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar